DEWAN GURU DAN KARYAWAN SMKTI ANNNAJIYAH BU
foto dewan guru dan kaaryawan SMKTI An Najiyah bu Tambakberas Jombang saad Wisuda Kelas Akhir tahun ajaran 2009/2010 diaula Yayasan PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
KEGIATAN EXTRA SMKTI ANNNAJIYAH BU
Siswa SMKTI ANNNAJIYAH BU sedang mengikuti kegiatan Extra Sablon agar siswa mampu dan tau teknik penyablonan secara manual, sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan.
SHOTING VIDEO SEBAGAI SALAH SATU MATA PELAJARAN YANG DIAJARKAN
Siswa Siswi dilatih dan diajarkan agar mampu berkarya dalm bidang Video Visual, tidak hanya dalam Editing tetapi dalam teknik pengambilan gambar pun diajarkan agar dapat membuat hasil karya yang perfect .
Mechanical Knight!
An artwork by hgjart.deviantart.com Read more
Hero of Colors!
An artwork by aikuza.deviantart.com Read more
Anima Holy Paladin!
An artwork by kheleksul.deviantart.com Read more
The Workstation 2!
An artwork by jujika.deviantart.com Read more
1. Ilmu adalah ibadah:
Dasar dari segala dasar dalam ‘bekal’, bahkan untuk segala perkara yang dicari adalah engkau mengetahui bahwa ilmu adalah ibadah, dan atas dasar itu maka syarat ibadah adalah:
1) Ikhlas karena Allah SWT, berdasarkan firman Allah SWT:
وَمَآ أُمِرُوْ~ا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah SWT dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus,. (QS. al-Bayyinah:5)
Dan dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Sesungguhnya segala amal disertai niat…’
Maka jika ilmu sudah kehilangan niat yang ikhlas, ia berpindah dari ketaatan yang paling utama kepada kesalahan yang paling rendah dan tidak ada sesuatu yang meruntuhkan ilmu seperti riya, sum’ah dan yang lain nya.
Atas dasar itulah, maka engkau harus membersihkan niatmu dari segala hal yang mencemari kesungguhan menuntut ilmu, seperti ingin terkenal dan melebihi teman-teman. Maka sesungguhnya hal ini dan semisalnya, apabila mencampuri niat niscaya ia merusaknya dan hilanglah berkah ilmu. Karena inilah engkau harus menjaga niatmu dari pencemaran keinginan selain Allah SWT, bahkan engkau menjaga daerah terlarang.
2) Perkara yang menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat: yaitu cinta kepada Allah SWT dan rasul-Nya dan merealisasikannya dengan mutaba’ah dan mengikuti jejak langkah beliau.
2. Jadilah engkau seorang salafi:
Jadikanlah dirimu seorang salafi yang sungguh-sungguh, jalan salafus shalih dari kalangan sahabat radhiyallahu ‘anhum dan generasi selanjutnya yang mengikuti jejak langkah mereka dalam semua bab agama dalam bidang tauhid, ibadah dan lainnya.
3. Selalu takut kepada Allah SWT:
Berhias diri dengan membangun lahir dan batin dengan sikap takut kepada Allah SWT, menjaga syi’ar-syi’ar islam, menampakkan sunnah dan menyebarkannya dengan mengamalkan dan berdakwah kepadanya.
Hendaklah engkau selalu takut kepada Allah SWT dalam kesendirian dan bersama orang banyak. Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang takut kepada Allah SWT, dan tidak takut kepada-Nya kecuali orang yang berilmu. Dan jangan hilang dari ingatanmu bahwa seseorang tidak dipandang alim kecuali apabila ia mengamalkan, dan seorang alim tidak mengamalkan ilmunya kecuali apabila ia selalu takut kepada Allah SWT.
4. Senantiasa muraqabah:
Berhias diri dengan senantiasa muraqabah kepada Allah SWT dalam kesendirian dan kebersamaan, berjalan kepada Rabb-nya di antara sikap khauf (takut) dan raja` (mengharap), bagi seorang muslim kedua sifat itu bagaimana dua sayap bagi burung.
5. Merendahkan diri dan membuang sikap sombong dan takabur:
Hiasilah dirimu dengan adab jiwa, berupa sikap menahan diri dari meminta, santun, sabar, tawadhu terhadap kebenaran, sikap tenang dan rendah diri, memikul kehinaan menuntut ilmu untuk kemuliaan ilmu, berjuang untuk kebenaran. Jauhilah sikap sombong, sesungguhnya ia adalah sikap nifak dan angkuh. Salafus shalih sangat menjauhi sikap tercela tersebut.
Jauhilah penyakit sombong, maka sesungguhnya sikap sombong, tamak dan dengki adalah dosa pertama yang dilakukan terhadap Allah SWT. Sikap congkakmu terhadap gurumu adalah sikap sombong. Sikap engkau meremehkan orang yang memberi faedah kepadamu dari orang yang lebih rendah darimu adalah sikap sombong. Kelalainmu dalam mengamalkan ilmu merupakan tanda kesombongan dan tanda terhalang.
6. Qana’ah dan zuhud:
Berbekal diri dengan sikap qana’ah (merasa cukup dengan yang ada) dan zuhud. Hakikat zuhud adalah: Enggan terhadap yang haram, menjauhkan diri dari segala syubhat dan tidak mengharapkan apa yang miliki orang lain. Dan atas dasar itulah, hendaklah ia sederhana dalam kehidupannya dengan sesuatu yang tidak merendahkannya, di mana dia dapat menjaga diri dan orang yang berada dalam tanggungannya, dan tidak mendatangi tempat-tempat kehinaan.
7. Berhias diri dengan keindahan ilmu:
Diam yang baik dan petunjuk yang shalih berupa ketenangan, khusyuk, tawadhu’, tetap dalam tujuan dengan membangun lahir dan batin dan meninggalkan yang membatalkannya.
8. Berbekal diri dengan sikap muru`ah:
Berbekal diri dengan sikap muru`ah dan yang membawa kepadanya berupa akhlak yang mulia, bermuka manis, menyebarkan salam, sabar tergadap manusia, menjaga harga diri tanpa bersikap sombong, berani tanpa sikap fanatisme, bersemangat tinggi bukan atas dasar kebodohan.
Oleh karena itu, tinggalkanlah sifat yang merusak muru`ah (kesopanan) berupa pekerjaan yang hina atau teman yang rendah seperti sifat ujub, riya, sombong, takabur, merendahkan orang lain dan berada di tempat yang meragukan.
9. Bersikap jantan termasuk sikap berani.
Keras dalam kebenaran dan akhlak yang mulia, berkorban di jalan kebaikan sehingga harapan orang menjadi terputus tanpa keberadaanmu.
Atas dasar itu, hindarilah lawannya berupa jiwa yang lemah, tidak penyabar, akhlak yang lemah, maka ia menghancurkan ilmu dan memutuskan lisan dari ucapan kebenaran.
10. Meninggalkan kemewahan:
Jangan terlalu berlebihan dalam kemewahan, maka sesungguhnya ‘kesederhanaan termasuk bagian dari iman’, ingatlah wasiat Umar bin Khathab RA: ‘Jauhilah kenikmatan, pakaian bangsa asing, dan bersikaplah sederhana dan kasar…’
Atas dasar itulah, maka jauhilah kepalsuan peradaban, sesungguhnya ia melemahkan tabiat dan mengendurkan urat saraf, mengikatmu dengan benang ilusi. Orang-orang yang serius sudah mencapai tujuan mereka sedangkan engkau tetap berada di tempatmu, sibuk memikirkan pakaianmu…
Hati-hatilah dalam berpakaian karena ia mengungkapkan pribadimu bagi orang lain dalam berafiliasi, pembentukan dan perasaan. Manusia mengelompokkan engkau dari pakaianmu. Bahkan, tata cara berpakain memberikan gambaran bagi yang melihat golongan orang yang berpakaian berupa ketenangan dan berakal, atau keulamaan atau kekanak-kanakan dan suka menampilkan diri.
Maka pakailah sesuatu yang menghiasimu, bukan merendahkanmu, tidak menjadikan padamu ucapan bagi yang berkata (maksudnya, orang lain tidak memberikan komentar, pent.) dan ejekan bagi yang mengejek.
Jauhilah pakaian kekanak-kanakan, tidak berarti kamu memakai pakaian yang tidak jelas, akan tetapi sederhana dalam berpakaian dalam gambaran syara’, yang diliputi tanda yang shalih dan petunjuk yang baik.
11. Berpaling dari majelis yang sia-sia:
Janganlah engkau berkumpul dengan orang-orang yang melakukan kemungkaran di majelis mereka, menyingkap tabir kesopanan. Maka sesungguhnya dosamu terhadap ilmu dan pemiliknya sangat besar.
12. Berpaling dari kegaduhan
Memelihara diri dari keributan dan kegaduhan, maka sesungguhnya berada atau suka dalam sebuah kegaduhan atau keributan bertentangan dengan adab menuntut ilmu.
13. Berhias dengan kelembutan:
Hendaklah selalu lembut dalam ucapan, menjauhi kata-kata yang kasar, maka sesungguhnya ungkapan yang lembut menjinakkan jiwa yang membangkang.
14. Berpikir:
Berhias dengan merenung, maka sesungguhnya orang yang merenung niscaya mendapat, dan dikatakan: renungkanlah niscaya engkau mendapat.
15. Teguh dan kokoh:
Berhiaslah dengan sikap teguh dan kokoh, terutama di dalam musibah dan tugas penting. Dan di dalamnya: sabar dan teguh di saat tidak bertemu dalam waktu yang lama dalam menuntut ilmu dengan para guru, maka sesungguhnya orang yang teguh akan tumbuh.
Dasar dari segala dasar dalam ‘bekal’, bahkan untuk segala perkara yang dicari adalah engkau mengetahui bahwa ilmu adalah ibadah, dan atas dasar itu maka syarat ibadah adalah:
1) Ikhlas karena Allah SWT, berdasarkan firman Allah SWT:
وَمَآ أُمِرُوْ~ا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah SWT dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus,. (QS. al-Bayyinah:5)
Dan dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Sesungguhnya segala amal disertai niat…’
Maka jika ilmu sudah kehilangan niat yang ikhlas, ia berpindah dari ketaatan yang paling utama kepada kesalahan yang paling rendah dan tidak ada sesuatu yang meruntuhkan ilmu seperti riya, sum’ah dan yang lain nya.
Atas dasar itulah, maka engkau harus membersihkan niatmu dari segala hal yang mencemari kesungguhan menuntut ilmu, seperti ingin terkenal dan melebihi teman-teman. Maka sesungguhnya hal ini dan semisalnya, apabila mencampuri niat niscaya ia merusaknya dan hilanglah berkah ilmu. Karena inilah engkau harus menjaga niatmu dari pencemaran keinginan selain Allah SWT, bahkan engkau menjaga daerah terlarang.
2) Perkara yang menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat: yaitu cinta kepada Allah SWT dan rasul-Nya dan merealisasikannya dengan mutaba’ah dan mengikuti jejak langkah beliau.
2. Jadilah engkau seorang salafi:
Jadikanlah dirimu seorang salafi yang sungguh-sungguh, jalan salafus shalih dari kalangan sahabat radhiyallahu ‘anhum dan generasi selanjutnya yang mengikuti jejak langkah mereka dalam semua bab agama dalam bidang tauhid, ibadah dan lainnya.
3. Selalu takut kepada Allah SWT:
Berhias diri dengan membangun lahir dan batin dengan sikap takut kepada Allah SWT, menjaga syi’ar-syi’ar islam, menampakkan sunnah dan menyebarkannya dengan mengamalkan dan berdakwah kepadanya.
Hendaklah engkau selalu takut kepada Allah SWT dalam kesendirian dan bersama orang banyak. Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang takut kepada Allah SWT, dan tidak takut kepada-Nya kecuali orang yang berilmu. Dan jangan hilang dari ingatanmu bahwa seseorang tidak dipandang alim kecuali apabila ia mengamalkan, dan seorang alim tidak mengamalkan ilmunya kecuali apabila ia selalu takut kepada Allah SWT.
4. Senantiasa muraqabah:
Berhias diri dengan senantiasa muraqabah kepada Allah SWT dalam kesendirian dan kebersamaan, berjalan kepada Rabb-nya di antara sikap khauf (takut) dan raja` (mengharap), bagi seorang muslim kedua sifat itu bagaimana dua sayap bagi burung.
5. Merendahkan diri dan membuang sikap sombong dan takabur:
Hiasilah dirimu dengan adab jiwa, berupa sikap menahan diri dari meminta, santun, sabar, tawadhu terhadap kebenaran, sikap tenang dan rendah diri, memikul kehinaan menuntut ilmu untuk kemuliaan ilmu, berjuang untuk kebenaran. Jauhilah sikap sombong, sesungguhnya ia adalah sikap nifak dan angkuh. Salafus shalih sangat menjauhi sikap tercela tersebut.
Jauhilah penyakit sombong, maka sesungguhnya sikap sombong, tamak dan dengki adalah dosa pertama yang dilakukan terhadap Allah SWT. Sikap congkakmu terhadap gurumu adalah sikap sombong. Sikap engkau meremehkan orang yang memberi faedah kepadamu dari orang yang lebih rendah darimu adalah sikap sombong. Kelalainmu dalam mengamalkan ilmu merupakan tanda kesombongan dan tanda terhalang.
6. Qana’ah dan zuhud:
Berbekal diri dengan sikap qana’ah (merasa cukup dengan yang ada) dan zuhud. Hakikat zuhud adalah: Enggan terhadap yang haram, menjauhkan diri dari segala syubhat dan tidak mengharapkan apa yang miliki orang lain. Dan atas dasar itulah, hendaklah ia sederhana dalam kehidupannya dengan sesuatu yang tidak merendahkannya, di mana dia dapat menjaga diri dan orang yang berada dalam tanggungannya, dan tidak mendatangi tempat-tempat kehinaan.
7. Berhias diri dengan keindahan ilmu:
Diam yang baik dan petunjuk yang shalih berupa ketenangan, khusyuk, tawadhu’, tetap dalam tujuan dengan membangun lahir dan batin dan meninggalkan yang membatalkannya.
8. Berbekal diri dengan sikap muru`ah:
Berbekal diri dengan sikap muru`ah dan yang membawa kepadanya berupa akhlak yang mulia, bermuka manis, menyebarkan salam, sabar tergadap manusia, menjaga harga diri tanpa bersikap sombong, berani tanpa sikap fanatisme, bersemangat tinggi bukan atas dasar kebodohan.
Oleh karena itu, tinggalkanlah sifat yang merusak muru`ah (kesopanan) berupa pekerjaan yang hina atau teman yang rendah seperti sifat ujub, riya, sombong, takabur, merendahkan orang lain dan berada di tempat yang meragukan.
9. Bersikap jantan termasuk sikap berani.
Keras dalam kebenaran dan akhlak yang mulia, berkorban di jalan kebaikan sehingga harapan orang menjadi terputus tanpa keberadaanmu.
Atas dasar itu, hindarilah lawannya berupa jiwa yang lemah, tidak penyabar, akhlak yang lemah, maka ia menghancurkan ilmu dan memutuskan lisan dari ucapan kebenaran.
10. Meninggalkan kemewahan:
Jangan terlalu berlebihan dalam kemewahan, maka sesungguhnya ‘kesederhanaan termasuk bagian dari iman’, ingatlah wasiat Umar bin Khathab RA: ‘Jauhilah kenikmatan, pakaian bangsa asing, dan bersikaplah sederhana dan kasar…’
Atas dasar itulah, maka jauhilah kepalsuan peradaban, sesungguhnya ia melemahkan tabiat dan mengendurkan urat saraf, mengikatmu dengan benang ilusi. Orang-orang yang serius sudah mencapai tujuan mereka sedangkan engkau tetap berada di tempatmu, sibuk memikirkan pakaianmu…
Hati-hatilah dalam berpakaian karena ia mengungkapkan pribadimu bagi orang lain dalam berafiliasi, pembentukan dan perasaan. Manusia mengelompokkan engkau dari pakaianmu. Bahkan, tata cara berpakain memberikan gambaran bagi yang melihat golongan orang yang berpakaian berupa ketenangan dan berakal, atau keulamaan atau kekanak-kanakan dan suka menampilkan diri.
Maka pakailah sesuatu yang menghiasimu, bukan merendahkanmu, tidak menjadikan padamu ucapan bagi yang berkata (maksudnya, orang lain tidak memberikan komentar, pent.) dan ejekan bagi yang mengejek.
Jauhilah pakaian kekanak-kanakan, tidak berarti kamu memakai pakaian yang tidak jelas, akan tetapi sederhana dalam berpakaian dalam gambaran syara’, yang diliputi tanda yang shalih dan petunjuk yang baik.
11. Berpaling dari majelis yang sia-sia:
Janganlah engkau berkumpul dengan orang-orang yang melakukan kemungkaran di majelis mereka, menyingkap tabir kesopanan. Maka sesungguhnya dosamu terhadap ilmu dan pemiliknya sangat besar.
12. Berpaling dari kegaduhan
Memelihara diri dari keributan dan kegaduhan, maka sesungguhnya berada atau suka dalam sebuah kegaduhan atau keributan bertentangan dengan adab menuntut ilmu.
13. Berhias dengan kelembutan:
Hendaklah selalu lembut dalam ucapan, menjauhi kata-kata yang kasar, maka sesungguhnya ungkapan yang lembut menjinakkan jiwa yang membangkang.
14. Berpikir:
Berhias dengan merenung, maka sesungguhnya orang yang merenung niscaya mendapat, dan dikatakan: renungkanlah niscaya engkau mendapat.
15. Teguh dan kokoh:
Berhiaslah dengan sikap teguh dan kokoh, terutama di dalam musibah dan tugas penting. Dan di dalamnya: sabar dan teguh di saat tidak bertemu dalam waktu yang lama dalam menuntut ilmu dengan para guru, maka sesungguhnya orang yang teguh akan tumbuh.
Kamis, 10/02/2011 — kom Info JOSS
Kenapa banyak orang enggan memakai Linux? Banyak sekali penyebabnya. Ada yang beralasan kalau Linux itu sulit, terlalu banyak perintah berbasis teks, tampilan GUI-nya kurang menarik, dan masih banyak lagi alasan lain yang kadang-kadang nggak masuk akal.
Percaya deh, jika Anda sudah mengenal Linux, pasti akan tergila-gila dengan Linux. Selain gratis, Linux itu mempunyai banyak sekali potensi tersembunyi yang bisa kita eksplorasi lebih jauh. Kalau nggak, ngapain Google bela-belain pakai Linux di produk Android-nya.
Nah, buat yang masih ragu dan belum yakin seperti apa sih kemampuan Linux itu ada cara aman untuk mencobanya, yaitu dengan distro Linux Live CD.
Distro Live CD ini tidak perlu diinstall di komputer. Cukup masukkan CD yang berisi distro tersebut di drive CD ROM, lalu restart komputer. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir seandainya sistem operasi lain yang sudah ada di komputer akan hilang.
Anda tertarik untuk mencobanya? Ada beberapa distro yang layak Anda coba, yaitu antara lain:
Barangkali ada yang punya pengalaman dengan distro Live CD yang lainnya? Silakan di-share di sini.
Sebuah aplikasi berbasis lokasi baru saja diluncurkan untuk perangkat Android. Uniknya aplikasi ini diluncurkan oleh MasterCard yang merupakan salah satu perusahaan pembayaran global terkemuka di dunia. Aplikasi ini cukup membantu pengguna menemukan ATM terdekat dari lokasi mereka. Menurut MasterCard, aplikasi ini berdasarkan pada teknologi berbasis lokasi yang terintegrasi di platform Android untuk mencari ATM terdekat. Selain itu pencarian komplesk dari algoritma juga termasuk, karena pengguna dapat menyesuaikan pencarian berdasarkan kebutuhan perbankan seperti mencari lembaga keuangan tertentu untuk melakukan deposit atau ATM bebas biaya.
Pengembang dari MasterCard ATM Hunter menginformasikan bahwa aplikasi ini juga dapat diakses dengan layanan akses ATM selama 24 jam dengan memberikan petunjuk khusus untuk sampai ke sana. “MasterCard memfokuskan diri pada pemberian aplikasi dan layanan inovatif yang membantu hidup lebih mudah tidak hanya bagi pemegang kartu MasterCard, tetapi untuk semua pengguna,” kata Cheryl Guerin, wakil presiden senior, Global Digital Marketing, melalui laman resmi MasterCard. Dirinya menambahkan bahwa keberhasilan aplikasi ini pada perangkat iPhone dan Blackberry telah mempengaruhi perkembangan alami untuk membawanya ke perangkat berbasis Android.
Smk Ti, 201-02-02 12:00
Bagaimana caranya menginputkan huruf kanji Jepang dengan bermodal keyboard standard di gnu/Linux? Mudah. Anda bisa menggunakan aplikasi scim. Berikut caranya di Mandriva Linux. 1. buka konsole 2. Login sebagai root dengan perintah su 3. urpmi scim scim-anthy scim-tables locales-ja scim-tables-en scim-tables-ja 4. edit file .bash_profile di home direktori Anda. Anda bisa gunakan aplikasi teks editor semacam kwrite. 5. Tambahkan baris [...] 1
LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK adalah kompetisi tahunan antar siswa SMK sesuia bidang keahlian, setara dengan OSN (Olimpiade Sains Nasional) di SMP/SMA. Pemenang LKS Nasional akan mewakili Indonesia ke ASEAN Skills & WorldSkills CompetitionLKS SMK diadakan Setiap tahunnnya oleh Kementrian Pendidikan bidang SMK untuk meningkatkan skill dan membangun kompetesi antar siswa-siswi SMK di Indonesia.
Sebelum mengikuti LKS SMK tingkat Nasional para peserta harus Menjadi Juara pada LKS SMK tingkat Provinsi. Terdapat 50 macam kategori perlombaan untuk semua jurusan SMK yang ada di Indonesia. Jadi apapun jurusan anda di SMK anda pasti bisa mengikuti berbagai event ini. Berikut Kategori LKS SMK bidang IT
- Graphic Design Technology
- IT Software Application
- IT Networking Support
- WEB Design
- Animation
- Dan lain-lain
Berikut link-link penting mengenai acara LKS SMK 2010.
- Juknis Semua Kategori Lomba
- Daftar Juara LKS SMK 2010 Wilayah Jawa Timur atau disini
- Juara LKS SMK ditawari bekerja di Australia


